Mengenal Sociopreneurship Beserta Contohnya

Sociopreneurship ialah Wirausaha Sosial, dimana merupakan praktek usaha yang tidak hanya berlandaskan keuntungan, namun turut memberikan dampak yang baik.

Apa itu Sociopreneurship

Dewasa ini pastinya kita sering melihat kalimat Sociopreneurship berkeliaran di jagad internet, lalu sebenarnya apa sih hal tersebut? Kalau di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, Sociopreneurship artinya ialah Wirausaha Sosial. Nah dari paduan namanya, dapat disimpulkan bahwa Sociopreneurship ialah praktek usaha yang tidak hanya berlandaskan keuntungan semata, namun turut memberikan dampak yang baik bagi lingkungan masyarakat.

Jadi, model bisnis ini bisa menjadi jawaban bagi keluhan banyak pihak yang mulai mengkritisi konsep bisnis konvensional, dimana belakangan ini banyak bisnis konvensional yang memberi dampak kepada degradasi di aspek lingkungan ataupun sosial. Selain itu lewat projek ini pun kita dapat mengatasi permasalahan yang selama ini belum dapat kita atasi bersama.

Tren ini semakin banyak digemari oleh anak-anak muda, dimana anak muda memang terkenal mempunyai mimpi dan idealisme yang mungkin dipandang utopis bagi generasi pendahulunya. Namun dengan kuatnya idealisme mereka malah banyak anak muda yang dapat melaksanakan utopia tersebut.

Adapun Sociopreneurship ini dianggap memberikan dampak yang baik bagi lingkungan maupun sosial, karena prospek binis model ini tak melulu berfokus kepada profit. Misalnya saja yang dilakukan oleh Muhammad Yunus, ia adalah pengusaha asal Bangladesh. Ia satu-satunya pengusaha yang mendapatkan Medali Nobel karena inovasi utopis dan keberaniannya untuk membuka sebuah Bank yang berfokus untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah kepada entrepreneur pemula. Langkah ini sangat disruptif, dan tidak disukai oleh beberapa pihak konvensional di dunia pada masa itu.

Contoh Bisnis Sociopreneurship di Indonesia

Sedangkan di Indonesia terdapat contoh bisnis dan tokoh yang menjalankan bisnis dengan mengusung Sociopreneurship tersebut, misalnya;

  • Kitabisa.com (Alfatih Timur),
    Pastinya kita sudah tidak asing dengan platform kitabisa.com, dimana mereka bertugas sebagai platform penggalangan dana (fundraising) kepada orang-orang yang membutuhkan. Platform yang didirikan pada 2013 ini sukses mengajak berbagai kalangan masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya penggalangan dana, baik terhadap korban bencana, aksi solidaritas, maupun kepada individu yang membutuhkan.
  • Klinik asuransi sampah (gamal albinsaid)
    Merupakan gerakan bisnis sosial yang diperuntukan membantu masyarakat kelas menengah bawah untuk dapat memperoleh akses kesehatan di level mikro dengan cara membayar menggunakan sampah. Gerakan ini dibentuk oleh dr. Gamal Albinsaid, seorang dokter asal Malang, yang sebelumnya mungkin sering kita lihat di acara tv.

    Lewat gerakan ini, masyarakat hanya perlu mengumpulkan sampah yang mereka kumpulkan dan diberikan ke klinik yang telah ditentukan pada setiap minggunya. Sampah-sampah tersebut selanjutnya akan diklasifikasi menjadi sampah organik ataupun anorganik. Sampah anorganik diolah lagi untuk menjadi benda yang memiliki nilai ekonomi dan seni. Profit dari penjualan produk-produk tersebut akan dipergunakan untuk membiayai kesehatan masyarakat di level mikro.
  • Wate4Change (Mohammad Bijaksana)
    Waste4Change didirikan oleh Mohammad Bijaksana pada tahun 2014, dimana perusahaan ini berfokus kepada pengelolaan limbah sampah baik yang organik ataupun anorganik. Mereka juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk menyediakan pelayanan kelola sampah disetiap perusahaan rekanan tersebut.
  • Du’Anyam (Azalea Ayuningtyas)
    Azalea Ayuningtyas merupakan seorang inisiator dari bisnis bernama Du’Anyam. Du’Anyam berperan penting terhadap terbantunya ekonomi dari banyak wanita di pulau Flores, dimana Du’Anyam memberi lapangan pekerjaan wanita-wanita lokal untuk berproduksi aneka kerajinan tangan dan mendistribusikannya ke berbagai daerah.

Bagaimana Sociopreneurship Mendapatkan Uang dan Menjadi Bisnis Yang Berkelanjutan?

Lalu mungkin ada pertanyaan yang terlintas di benak kita, “Memang bisnis sosial ada uangnya? lalu kalau ada memang bagaimana mendapatkannya?”

Sebenarnya tidak ada rumusan pasti untuk mendapatkan uang dari suatu bisnis, tak kecuali di bisnis sosial ini, karena berbeda objek bisnis berbeda pula cara mendapatkan uang dari bisnis tersebut. Tetapi ada beberapa cara yang dapat kita maksimalkan untuk mendapatkan uang ataupun dana agar bisnis sosial ini dapat berkelanjutan.

Dengan menjamurnya proyek startup di Indonesia, untungnya kita diiringi oleh tersedianya banyak proyek pendanaan yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik pemerintah pusat, daerah, hingga swasta. Dimana untuk mencari pendanaan ini kamu biasanya dilakukan dengan antara lain;

  • Mengikuti lomba
  • Call for proposal
  • Open submission
  • Inkubasi bisnis
  • Donasi Publik
  • Atau bekerjasama dengan perusahan permodalan secara langsung.

Tujuan mencari dana lewat saluran ini ialah, agar bisnis ataupun calon ide bisnis mendapatkan pendanaan tahap awalnya. Selain itu kemampuan produk bisnis untuk menghasilkan profit juga sangat penting, agar terciptanya bisnis yang mandiri dan berkelanjutan.

Apa Alasan Bisnis Ini Menjamur?

Pemerintah turut mendukung perkembangan bisnis model ini, melalui Kemenpora, Pemerintah bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, dimana mereka mengadakan event bertajuk Sociopreneur Muda Indonesia (SOPREMA).

Ditambah karena hal ini turut memberikan potensi atas pemecahan masalah lapangan pekerjaan, yang mana dengan banyak berdiri usaha ini nantinya juga turut membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, sociopreneur turut membantu pemerintah dalam pengentasan masalah-masalah yang ada, yang mungkin tak dapat dijangkau oleh tangan-tangan pemerintah.

Bagaimana Cara Menjadi Sociopreneurship?

  1. Memahami Isu Yang Perlu Diangkat

Agar kamu dapat menjalankan bisnis sosial dengan baik, maka kamu perlu memahami isu di masyarakat yang perlu kamu perbaiki. Dengan paham topik dan isu yang ingin diselesaikan, pastinya akan memberikanmu beragam ide pemecahan masalah kedepannya

2. Melakukan Riset

Melakukan riset sangat penting agar kamu dapat benar-benar memahami bidang tersebut, melihat pesaing ataupun pihak yang dapat diajak berkolaborasi, menilai apakah produk dapat cocok dengan pasar, merumuskan seberapa berkelanjutannya bisnis tersebut.

3. Menjalankan Bisnis Secara Transparan

Dengan menjalankan bisnis sosial, tentunya kamu memikul tanggung jawab dan kepercayaan dari masyarakat. Dimana dukungan dan keterpercayaan dari mereka merupakan aspek terpenting dalam berjalannya bisnis. Dengan melakukannya bisnis secara transparan, maka akan meningkatkan dukungan publik tersebut.

4. Tanggap Digital

Karena bisnis sosial merupakan bisnis dengan model kontemporer, maka Sociopreneurship wajib sekali untuk memanfaatkan berbagai platform digital, baik untuk mendapatkan dukungan, meningkatkan awareness, atau bahkan mendapatkan pendanaan.

Beberapa Hal Yang Harus Di Perhatikan Dalam Sociopreneurship

Namun kami rasa ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para pegiat bisnis sosial dalam menjalankan bisnisnya, antara lain;

  • Tidak hanya berfokus terhadap laba, dimana bisnis sosial harus benar-benar berpengaruh positif terhadap lingkungan.
  • Jangan mendepolitisasi kaum marjinal, adanya bisnis sosial sejatinya adalah untuk menutup kekurangan pengelolaan dari pemerintah, dimana sudut pandang Sociopreneurship seharusnya berusaha untuk mengatasi masalah sampai tuntas, sehingga akan menjadi kesalahan jika para Sociopreneurship nantinya mempertahankan status quo — membiarkan masalah tetap ada — yang dipunya oleh kaum marjinal agar memperoleh keuntungan dari bisnis tersebut.
  • Pemahaman politis, hal ini juga penting dipunya oleh para Sociopreneurship agar kita memahami ‘metapolitik’, dimana menurut Badiou (2005) metapolitik merupakan suatu metode untuk menganalisa permasalahan sosial dengan melihat aspek struktur politik atau relasi kekuasaan yang bekerja.

Sumber: 

https://medium.com/@badrularifin/agar-sociopreneurship-tidak-berhenti-pada-akumulasi-profit-semata-3a9ed510a6e3

https://id.wikipedia.org/wiki/Klinik_Asuransi_Sampah

https://www.waste4change.org

Home page

About the author

Weka Kanaka
Weka Kanaka
Kontributor Tetap at ID Student Outlook

Baru saja menyelesaikan Studi S1 Ekonomi Pembangunan di tahun 2020, dan sedang bersemangat-semangatnya untuk mencari pekerjaan, namun naas corona sedikit mengubur hasratnya. Akhirnya memutuskan mengisi waktunya berproduktif sembari belajar dengan cara mengelola platform ID Student Outlook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *