4 Bansos Covid-19 yang Mudah Masyarakat Terima dan Ajukan di Tahun 2021

Pemerintah telah mengeluarkan 10 paket bantuan sosial di tahun 2021, namun kami merangkum 4 bansos yang paling mudah diajukan oleh masyarakat

Bansos Covid-19

Source: pixabay.com

Hallo Folks!

Kami ada sedikit informasi nih buat pembaca, bahwa pemerintah melalui kementerian kesehatan telah menetapkan daftar harga obat terapi covid-19 per 3 juli 2021. Mulai dari yang paling mahal yakni IV Immunoglobulin hingga yang paling ramah di kantong masyarakat yakni Azithromycin, terdaftar dalam etalase dan tentunya bakalan akrab di kotak penyimpanan obat di masa mendatang.

Selain itu, dalam kondisi penurunan aktivitas perekonomian dan merosotnya pendapatan sekaligus daya beli masyarakat, membuat pemerintah melalui bermacam alat kelembagaanya mengeluarkan 10 paket bantuan sosial (Bansos). Konteks bantuan sosial dan kejelasan tata-aturan menjadi genting ketika insentif bantuan kini diperlukan untuk tak hanya menyangkut kebutuhan sehari-hari, tapi juga menyangkut kemampuan membeli obat-obatan. Karena masih banyak masyarakat yang rentan, sepertinya mereka yang tinggal di desa dan kaum marjinal perkotaan.

Berangkat dari persoalan di atas, maka bagi pembaca khususnya yang bertempat tinggal di wilayah rentan dan merasa sangat terdampak secara ekonomi akibat pemberlakuan PPKM, maupun bagi pembaca yang ingin membantu kawan, kerabat dan saudara yang dirasa layak untuk segera diberi uluran tangan, kalian bisa menerima beragam bentuk bantuan sosial. Sebagaimana yang telah kami kemas dalam 4 jenis dari 10 jenis bansos yang pemerintah sediakan bagi masyarakat terdampak.

Kenapa hanya 4 yang diulas? Karena keempat program ini adalah yang paling riil dan accesable (mudah diakses) bagi masyarakat di kategori yang paling rentan, sebab dalam kriteria pendataan dan alokasinya melibatkan social enterprise yang ramah hingga masyarakat terbawah.

Berikut kami berikan ulasannya yang juga disertai penjelsan mengenai syarat pengajuan hingga besaran bantuan. Mari simak.

1. BLT Dana Desa

Bantuan langsung tunai Dana Desa diberikan kepada keluarga yang menurut kriteria Pemerintah Desa tergolong kurang mampu secara Ekonomi. Bansos ini dikonsep khusus untuk masyarakat yang tinggal di pedesaan, dan bersumber langsung dari Dana Desa yang diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 222 tahun 2020.

Penerima BLT Dana Desa akan mendapat insentif berupa uang tunai senilai Rp 300 ribu Rupiah yang bisa dicairkan menurut tenggang waktu yang telah ditentukan aparatur desa setempat. Program ini rencananya akan terus bergulir hingga akhir tahun 2021. Untuk Pencairan insentif dilakukan setiap bulan di tempat dan waktu yang telah ditentukan.

Bagi pembaca yang ingin mengonfirmasi apakah tergolong penerima bansos ini atau tidak, bisa mengecek langsung di website sid.kemendesa.go.id. Pilih pencarian data desa berdasarkan nama desa di beranda, kemudian ketik nama desa dan tekan enter. Akan muncul data yang menampilkan deskripsi desa, kemudian pilih menu BLT DD, maka akan ditampilkan data keluarga penerima bantuan.

Syarat Penerima:

  • Tergolong keluarga tidak mampu yang berdomisili di desa yang bersangkutan berdasarkan pendataan KPM BLT Dana Desa mempertimbangkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Kemesos.
  • Bukan termasuk penerima PKH, BPNT atau Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, Bantuan langsung Tunai dan bansos pemerintah lainya.
  • Memiliki NIK.
  • Ditetapkan dengan Peraturan Kepala Desa.

Sebagai catatan, BLT Dana Desa sendiri tidak bisa dilakukan melalui pengajuan langsung, dengan kata lain nama-nama penerima sepenuhnya ditetapkan oleh tim pendata dan pencatat yang umumnya dilakukan pada tingkat rukun tetangga (RT).

2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sembako Pangan (BSP)

Bantuan ini merupakan jenis bantuan sosial yang bukan berupa insentif uang tunai. Meski baru dkenal luas setelah begitu banyak masyarakat terdampak akibat pandemi covid-19, namun sebetulnya BNPT sudah ada sejak jauh-jauh hari. Masyarakat yang memenuhi syarat dan terdaftar sebagai penerima BPNT akan mendapatkan sembako/bahan pokok berupa beras, telur, minyak goreng dsb. Semuanya berjumlah Rp 200.000 dan dialokasikan setiap bulan.

Penerima bantuan juga akan menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun Kartu Sembako Pangan (KSP). Untuk melakukan pengecekan daftar penerima beserta syarat pengajuan bisa pembaca akses di laman https://dtks.kemensos,go.id/ .Atau masyarakat dapat langsung melakukan konfirmasi ke pengurus desa setempat.

3. Program Keluarga Harapan (PKH)

Merupakan program bansos khusus untuk Keluarga kurang mampu. Apa bedanya dengan BLT Dana Desa? Perbedaanya terletak pada perumusan program, waktu pencairan bantuan dan jangkauan Program PKH yang tergolong istimewa, sebab melampirkan kriteria khusus untuk masing-masing anggota keluarga dengan insentif bantuan yang berbeda-beda. PKH sendiri merupakan program bansos yang pokok dan sudah ada sebelum pandemi, sementara BLT Dana Desa dikategorikan sebagai program perluasan jangkauan penerima. Waktu pencairan bantuan keduanya pun berbeda, bila BLT Dana Desa umunya per bulan, untuk PKH diputuskan cair setiap 3 bulan.

Klasifikasi penerima PKH:

  • Ibu Hamil/Nifas akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 250.000/bulan.
  • Anak usia dini 0-6 tahun, mendapat banuan sebesar Rp 250.000/bulan.
  • Pentandang Disabilitas berat mendapat Rp 200.000/bulan.
  • Lansia mendapat Rp 200.000/bulan.
  • Anak SD sederajat mendapat Rp 75.000/bulan.
  • Anak SMP sederajat mendapat Rp 125.000/bulan.
  • Anak SMA sederajat mendapat Rp 166.000/bulan.

Catatan: Bantuan yang diberikan maksimal untuk 4 anggota keluarga dalam satu KK.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui informasi penerima dan syarat beserta kategori pengajuan bantuan PKH dapat langsung mengakses laman https://dtks.kemensos,go.id/ .

3. Bantuan Langsung Tunai UMKM

BLT UMKM merupakan program bantuan khusus bagi penggiat dan pelaku usaha kecil. Program ini sendiri dikeluarkan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UMK). BLT UMKM digelontorkan pemerintah sebagai upaya meringankan dampak penurunan kegiatan serta penghasilan pelaku usaha sebagai dampak dari penyebaran virus Corona.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Hanung Harimba Rachman mengungkapkan bahwa target penerima bantuan masih sama dengan tahun lalu yaitu sebesar 12 Juta pelaku UMKM. Beliau juga menyatakan bila program ini berjalan efektif berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun 2020 yang lalu dan sekitar 80-90% penerima menggunakan dana bantuan untuk kegiatan produksi (dilansir Kompas.com).

Tata Cara Pendaftaran:

Program BLT UMKM hanya bisa melakukan pendaftaran secara Offline dengan syarat sebagai berikut:

  1. WNI dan mempunyai NIK yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul.
  2. Tidak sedang menerima Kredit Modal dan Investasi dari perbankan.
  3. Bukan anggota ASN, TNI/POLRI, dan pegawai BUMN/BUMD.

Selanjutnya pelaku UMKM dapat mengajukan diri ke kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UMKM) Kabupaten atau Kota masing-masing (dapat minta dipandu dan difasilitasi aparatur desa terdekat).

Keterangan yang dibutuhkan saat proses pendaftaran diantaranya:

  1. Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  2. Nama Lengkap Pelaku Usaha.
  3. Bukti KTP.
  4. Alamat tempat tinggal.
  5. Bidang Usaha.
  6. Nomor Telepon aktif.
  7. Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa setempat.

Cara cek status Penerima dapat diakses dilaman https://eform.bri.co.id/bpum dengan rangkaian sebagai berikut:

  • Buka laman website yang tertera diatas.
  • Isi nomor KTP.
  • Lakukan proses verifikasi.
  • Klik proses Inquiry.
  • Akan muncul data penerima bantuan.

Proses pencairan BLT UMKM dilakukan dengan kerjasama dari pihak BRI dengan melengkapi dokumen Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), besaran insentif yang diterima pelaku usaha adalah sebesar Rp 2,4 Juta.

Melihat respon sebagian masyarakat, program ini pun tak lepas dari kritik, mengingat iklim dan corak usaha di Indonesia masih menjadi hal lumrah ketika penggiat usaha punya banyak tanggungan kredit pinjaman modal dari pihak ketiga, dalam hal ini tentu perbankan. Mungkin Pemerintah punya kekhawatiran apabila insentif yang didapat bukan untuk pengembangan usaha tapi malah digunakan untuk angsuran pinjaman.

Nah jangan lupa, deretan program yang kami jabarkan di atas adalah khusus bagi pembaca sekalian yang benar-benar membutuhkan ya.

Kedewasaan kita dalam bermasyarakat salah satunya dapat dibuktikan dari seberapa bijak kita saling meredam ego untuk mendahulukan yang lebih butuh, dan saling berbagi informasi sekaligus berkenan merekomendasikan orang yang kita rasa layak untuk segera menerima bantuan sosial.

Penulis sendiri tidak merekomendasikan Kartu Prakerja dengan alasan-alasan khusus, diantaranya program tersebut dirasa terlalu “berjudi” untuk ukuran masyaarakat yang diambang kegentingan, di samping ketidakjelasan kriteria penerima dan konsistensi program secara jangka panjang. Begitupun dengan beberapa bansos berjenis diskon sebagaimana subsidi listrik oleh PLN, ataupun dispensasi angsuran yang menurut admin sendiri masih terlalu banyak diselimuti pro kontra dan perdebatan. Tetapi apabila kamu ingin mencoba hal ini juga tidak masalah kok.

Jangan lupa juga untuk tetap jaga kesehatan dengan menerapkan program 3M, Masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menghindari Kerumunan. Kita sama-sama bosen kan kalo pandemi ini berlarut-larut?

Source gambar: pixabay.com

Proof: Weka

About the author

Bisma Bayu Aji
Freelance | Website

Kontributor angin-anginan. Penulis random yang juga penggiat sastra. Kunjungi catatan pinggir saya di www.padagiliranya.wordpress.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *