Benarkah Penikmat Meme dan Shitposting Termasuk Orang Yang Cerdas?

Meme dan kecerdasan penikmatnya

Benar gak sih kalau penikmat Meme dan Shitposting itu termasuk orang yang cerdas? pertanyaan itu mungkin muncul kalau melihat banyak orang yang memahami dan sangat menikmati jokes di platform tersebut. Tetapi ada juga yang tidak menikmati, atau bahkan tidak paham akan jokes yang disampaikan, lalu mengapa itu terjadi ya? Sila simak ulasan berikut.

Apakah anda menyukai meme dan shitposting? menyukai guyonan konyol atau absurd yang menggelitik walau sebenarnya itu hanya berupa potongan gambar yang dibumbui beberapa teks? bisa jadi itu menandakan anda tergolong termasuk orang-orang yang cerdas. Karena orang cerdas memiliki daya tangkap tinggi dan mampu menghubungkan hal-hal sederhana yang dapat diartikan menjadi lelucon yang anda anggap lucu.

       Hal ini berkaitan dengan kemampuan IQ (Intellegent Quotient), di mana para penikmat-penikmat guyonan dengan genre baru seperti meme dan shitposting merupakan orang yang memiliki daya tangkap tinggi dan kemampuan berpikir abstrak yang kuat. Hal itu dikarenakan untuk menikmati guyonan berbentuk meme, seseorang perlu memiliki daya berpikir kritis yang tinggi dan daya tangkap yang cepat untuk memahami isi dari meme atau postingan shitposting tersebut.

       Para penikmat meme dan shitposting kerap menghabiskan banyak waktu dengan gadget berselancar menjelajahi sosial media. Para kaum rebahan ini memiliki kecenderungan memanfaatkan waktu mereka dalam menikmati postingan-postingan di beranda akunnya. Ini menunjukan kenyamanan mereka dalam mencari informasi dan lebih menyukai kegiatan berpikir daripada kegiatan fisik.

Definisi Kecerdasan

         Berbicara soal kecerdasan, terdapat beberapa macam yang mendefinisikan kecerdasan. Kecerdasan bisa termasuk perihal watak, kreativitas, kepribadian, pengetahuan, maupun kebijaksanaan. Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir.

    Menurut Thurstone, kecerdasan bisa dibagi dalam banyak macam yaitu; Pemahaman dan kemampuan verbal, angka dan hitungan, kemampuan visual, daya ingat , penalaran, dan kecepatan perseptual.

     Untuk memahami meme dan shitposting, dibutuhkan pemahaman dan kemampuan verbal yang baik untuk bisa menangkap maksud dari lelucon yang disajikan. Terkadang, beberapa kreator memasukan kata-kata baru dan kadang aneh, sehingga hanya beberapa orang saja yang dapat menangkap maksud dari lelucon itu. Untuk normies (red. sebutan untuk kaum awam di dunia meme), mungkin akan sedikit bingung tentang isi dari beberapa guyonan tersebut, karena meme maupun sh*tposting adalah bentuk baru dari lelucon media sosial yang telah berevolusi dipengaruhi kreativitas dan selera-selera humor yang absurd. Tak jarang isi dari meme dan shitposting berisi sindiran dan lawakan verbal yang berupa gambar dibubuhi teks untuk mengingatkan sesuatu.

       Untuk memahami meme dan shitposting, kita juga perlu daya ingat yang bagus dan penalaran yang tinggi. kadang lelucon yang dibuat para meme kreator didasarkan pada kejadian atau peristiwa yang diketahui banyak orang. Selain itu bentuk meme atau shitposting juga bukan lagi seperti artikel yang memiliki banyak kata-kata penjelas, melainkan  potongan-potongan gambar yang dibubuhi text. butuh daya tangkap yang cepat dan penalaran yang tinggi untuk memahaminya.

        Apakah meme dan shitposting ini bermanfaat? Seperti hal hiburan lainya, menikmati meme dan shitposting dapat membuat rileks pikiran yang jenuh. Namun, terkadang ada dampak negatif juga yang kadung muncul di sebagian pecinta meme dan shitposting, seperti perilaku-perikaku toxic atau bullying yang terjadi pada lingkungan para penikmat meme dan sh*tposting. Perilaku toxic dan bullying sangat buruk terhadap hubungan dan kerukunan antar pengguna sosial media sehingga sebaiknya nikmati secukupnya saja.

Terlebih mengingat Indonesia juga saat ini dikenal sebagai Negara paling tidak sopan di Internet bukan?

Sumber gambar: nyomot google (karena meme adalah hak segala bangsa)

Oleh: Sarwo psyduck

Proof: Dimas WP & Weka

About the author

Sarwo Edi
Sarwo Psyduck
Penulis Lepas

Hanya seorang random people yang melakukan random act.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *